Standardisasi Software Pulsa

Sekaranglah waktunya untuk menetapkan standard minimal, yang harus dipenuhi oleh software pulsa. Setelah banyaknya keluhan pengusaha server, atau bahkan barangkali ada yang merasa menjadi kelinci percobaan. Mungkin standard baku awal yang menjadi tuntutan konsumen dalam hal kenyamanan, dapat kita peringkas dalam beberapa poin berikut:

  1. Struktur Database, dan untuk ini pilihan jatuh pada Mysql Server, karena strukturnya yang terbuka, sehingga pemilik software, hanya dengan mendownload software pendukung Mysql (seperti Mysqlyog enterprises) sewaktu-waktu dapat melakukan pembenahan struktur data apabila diperlukan. Perlu diingat bahwa kondisi listrik yang kurang stabil dapat menyebabkan error data, dan ini harus sesegera mungkin diatasi sehingga transaksi tidak terganggu terlalu lama. Bisa saja programmer membuat database dari dbase, oracle, fox pro, atau apapun dengan alasan tertentu, tetapi tetap harus user friendly alias tidak menyulitkan, dan konsumen tersebut tidak perlu repot-repot menggaji pegawai IT baru atau bahkan mengirimkan servernya ke programmer, tentu sangat merepotkan konsumen.
  2. Autentifikasi Software, untuk melindungi software dari pembajakan. Ada banyak cara dilakukan oleh programmer untuk melindungi karyanya dari pembajakan, misal dengan memakai dongel, auth key, online settlement. Pilihan konsumen adalah auth key. Soal auth key yang bisa dihack oleh pihak ketiga, tentu kembali kepada kecanggihan programmer itu sendiri, kenyamanan konsumen tidak bisa digadaikan karena kelemahan programmer.
  3. Support All System, konsumen punya hak untuk menentukan metode penjualan, apakah direct selling, kedealeran, maupun MLM.
  4. Support All Hardware, yang terdiri atas
    a. Tanpa Syarat, software yang baik tidak membebani konsumen dengan minimum requirement server, seharusnya bahkan dengan komputer rakitanpun harus running well, atau bahkan dengan 1 server sekalipun!.
    b. Support All Modem, dengan semakin langkanya siemens C55 yang selama ini menjadi andalan, dan modem wavecom yang diluar jangkauan, maka software harus support semua merek modem/hp yang mendukung AT Command.
  5. Full Automatic, seminim mungkin menutup segala kemungkinan peluang manual sukses/gagal, bahkan jika terjadi gangguan transaksi, sistem harus bisa menenangkan rs(reseller) secara otomatis, misal dengan memberi reply transaksi dalam proses serta mampu memberikan alasan baik gagal, sukses, atau pending kepada rs.
  6. Stabil, bahkan jika mengalami antrian yang banyak, software mempunyai banyak opsi untuk memperlancar, sehingga tidak mungkin terjadi
    a. Antrian eksekusi pada modem tertentu sedangkan modem yang lain menganggur.
    b. Double transaksi.
    c. Memberikan warning kepada konsumen, apabila diperlukan pelibatan manual.
  7. Layanan After Sales, dengan rutin melakukan update, dan secara online mampu membantu konsumen dalam menangani kesulitan, dan menjawab tuntutan konsumen.

Mungkin saja ada beberapa poin yang terlewatkan, tetapi tujuannya tetap, yaitu agar konsumen yang telah membeli mahal, dapat tidur nyenyak, dan biarkan software yang bekerja keras.

Selamat berkarya, dan sukses selalu.